Special One
X: “Am I so Stupid?”
Y: “Definitely, if you release Her…”
X: “but… why?”
Y: “She considers you as her special one, and requires you as her mate… Is She special, isn’t she? No doubt.”
X: “Am I so Stupid?”
Y: “Definitely, if you release Her…”
X: “but… why?”
Y: “She considers you as her special one, and requires you as her mate… Is She special, isn’t she? No doubt.”
*yaa, walaupun cuma sekilas, alhamdulilah… lumayan iklan gratis
Siapakah Virtual XBook? cekidot: www.virtualxbook.com
Anda suka? Sebarkan!
Anda tidak suka? Sampaikan!
Dahulu, aku tulis tentang Copycat, eh ternyata di Indonesia lebih mantabs!
coba ini http://www.youtube.com/watch?v=4v_6v_iOCHk
ini juga http://www.youtube.com/watch?v=KTUXiro5zdo
atau ini http://www.youtube.com/watch?v=abCvuEjLSdY
dan ini http://www.youtube.com/watch?v=sY6dRmTt4DA
ini yang sedang HOT http://www.youtube.com/watch?v=svfkKxqaLCg
menurut Wikipedia, Plagiarisme adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri.[1] Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain.
Ada yang mengatakan bahwa itu bukan "menjiplak", melainkan "terinspirasi oleh".
Ada juga yang mengatakan bahwa jika telah berbeda 3 not maka boleh dilakukan, atau jika berbeda lebih dari 30% maka itu bukan menjiplak.
Kalau aku? mungkin podho wae, tapi lebih suka memakai istilah ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) saja. Lebih enak didengar daripada istilah Plagiator

Kurasakan ku jatuh cinta
Sejak pertama berjumpa
Senyumanmu yang selalu menghiasi hariku
Kau ciptaanNya yang terindah
Yang menghanyutkan hatiku
Semua telah terjadi
Aku tak bisa berhenti memikirkanmu
Dan ku harapkan engkau tau
Kau yang kuinginkan
meski tak ku ungkapkan
Kau yang kubayangkan
Yang slalu kuimpikan
Aku jatuh cinta
Tlah jatuh cinta
Cinta kepadamu
Ku jatuh cinta
I’m falling in love
I’m falling in love with you
Kau ciptaanNya yang terindah
Yang menghanyutkan hatiku
Semua telah terjadi
Aku tak bisa berhenti memikirkanmu
Dan ku harapkan engkau tau
Kau yang kuinginkan
Meski tak ku ungkapkan
Kau yang kubayangkan
Kuimpikan
Kuinginkan
Aku jatuh cinta
Tlah jatuh cinta
Cinta kepadamu
Ku jatuh cinta
I’m falling in love
I’m falling in love with you
Aku jatuh cinta
Tlah jatuh cinta
Cinta kepadamu
Ku jatuh cinta
I’m falling in love
I’m falling in love with you…
With you…
tak mungkin menyalahkan waktu
tak mungkin menyalahkan keadaan
kau datang di saat ku membutuhkanmu
dari masalah hidupku bersamanya
semakin ku menyayangimu
semakin ku harus melepasmu dari hidupku
tak ingin lukai hatimu lebih dari ini
kita tak mungkin trus bersama
satu saat nanti kau kan dapatkan
seorang yang akan dampingi hidupmu
biarkan ini menjadi kenangan
dua hati yang tak pernah menyatu
maafkan aku yang membiarkanmu
masuk ke dalam hidupku ini
maafkan aku yang harus melepasmu
walau ku tak ingin
Mereka bilang aku pemilih dan kesepian
Terlalu keras menjalani hidup
Beribu nasehat dan petuah yang diberikan
Berharap hidupku bahagia
Aku baik-baik saja
Menikmati hidup yang aku punya
Hidupku sangat sempurna
I’m single and very happy
Mengejar mimpi-mimpi indah
Bebas lakukan yang aku suka
Berteman dengan siapa saja
I’m single and very happy
Mereka bilang sudah saatnya karena usia
Untuk mencari sang kekasih hati
Tapi ku yakin akan datang pasangan jiwaku
Pada waktu dan cara yang indah
I’m single and very happy
Waktu terus berjalan
Tak bisa ku hentikan
Ku inginkan yang terbaik untukku
*bukan curahan hati, karena yakin 100% kalo double pasti lebih happy
Berita ini udah agak lama, tapi gak apa-apa deh, mungkin belum banyak yang tau
Krisma, Anak Penjual Es Peraih Medali Perak Lomba Astronomi di Italia
Seorang pelajar SMP Negeri I Bondowoso mengharumkan nama bangsa Indonesia. Adalah Krisma Sandy Komarruzaman, 14, siswa kelas 8, yang berhasil membawa pulang medali perak dalam lomba International Astronomy Olympiad (IAO) yang diselenggarakan di Trieste Italia 13-21 Oktober lalu.
Eko Saputro, Bondowoso
——————————————————-
Rumah di Jl Diponegoro Gg Daun Emas Bondowoso itu terlihat sangat sederhana. Temboknya masih berupa batu-bata yang belum dikuliti. Meski demikian, di ruang tamu rumah yang sederhana itu banyak bergelantungan piagam penghargaan. Ya, di rumah itulah Sandy, arek Bondowoso yang mempunyai pretasi cemerlang tinggal.
Saat wartawan koran ini mendatangi rumahnya, Sandy ditemani ibunya, Nur Fadilah, 35, yang sehari-hari buka warung es degan dan rokok di pinggir Jalan Diponegoro. Sedangkan Sukartoyo, 35, bapaknya karyawan SPBU Tapen.
Menurut Nur Fadilah, bakat Sandy mulai terlihat sejak duduk di bangku TK Aisyiyah Bondowoso. "Saat itu, Sandy sudah mulai bisa berhitung. Saat ditanya soal perkalian sederhana, dia bisa menjawab tepat. Misalkan tiga kali tiga, maka Sandy menjawab sembilan. Tentu saja, kita semua tertawa melihat perilaku Sandy," katanya.
Lalu saat menginjak kelas IV di bangku SD Dabasah I, pihak sekolah melihat bakat Sandy pada bidang matematika. Sandy akhirnya dikirim ke berbagai lomba olimpiade matematika mewakili sekolahnya. Dan, ia pun pulang membawa trofi dan piagam penghargaan. "Piagam penghargaan itu difigura. Dan saya letakkan di dinding rumah," ujarnya.
Berbagai penghargaan itu antara lain Olimpiade MIPA tingkat SD se-Jatim tahun 2006 meraih emas, Olimpiade Sains Tingkat Jatim meraih perak, Olimpiade Matematika Tingkat Jatim yang diselenggarakan Unej Jember meraih emas, serta masih banyak lagi penghargaan lainnya.
Tak heran, ketika akan melanjutkan ke bangku SMP, ada tawaran dari sekolah favorit di Jember agar Sandy melanjutkan ke sekolah tersebut. "Tetapi kami menolak. Karena Sandy masih kecil dan akan jauh dari orang tua kalau sekolah ke Jember. Akhirnya, Sandy sekolah di SMP Negeri I Bondowoso," katanya.
Di SMP Negeri I Bondowoso, prestasi Sandy semakin moncer saja. Saat duduk di bangku kelas 8, Sandy dikirim mengikuti lomba IAO (International Astronomy Olympiad) di Italia. Kepada Erje, Sandy menuturkan lomba IAO itu diikuti ratusan peserta yang berasal dari 49 negara. Saingan terberat dari Korsel dan Rusia. "Indonesia juga mengirimkan beberapa wakilnya, salah satunya adalah saya," ujarnya.
Sandy menjelaskan, saat mengikuti dalam lomba itu, ia merasa grogi. Karena melihat penampilan peserta lainnya yang meyakinkan. Pakai kaca mata, muka serius, badan bongsor. "Tetapi saya punya motto. Tidak usah takut pada lawan. Karena lawan juga takut pada kita. Akhirnya grogi itu hilang dengan sendirinya," katanya.
Dalam lomba itu, Sandy menjelaskan dirinya harus mengerjakan soal-soal teori yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Juga, soal praktik dan observasi. Dalam pengerjaan soal itu, salah satu di antaranya ia harus menghitung tingkat kecerlangan (magnitudo) berbagai bintang yang ada di alam semesta. Termasuk matahari. Dia memakai patokan bintang Vega yang punya magnitudo 0 dalam membandingkan dengan bintang-bintang lainnya. "Kalau matahari kita punya magnitudo minus 27," katanya.
Sandy yang berdasar hasil tim psikotes di Jakarta mempunyai IQ 158 itu menuturkan, sebelum terjun ke Itali dia harus menjalani pembinaan soal-soal Astronomi selama berbulan-bulan di Bandung. "Kami dibimbing oleh dosen dari ITB," katanya.
Sandy yang menurut penuturan ibunya jarang belajar itu, ternyata mampu menyerap dengan baik arah dan bimbingan dosen pembimbingnya. Dia unggul dalam bidang fisika, matematika, dan astrofisika. Tak heran, dia berhasil membawa pulang medali perak dari Italia. Kini, atas prestasi cemerlangnya itu, ia mendapat tawaran beasiswa dari sebuah sekolah unggulan yaitu SMA Semesta Semarang. "Ya, tentunya, saya masih berpikir untuk melanjutkan sekolah ke SMA Semesta Semarang. Sekolah itu punya mutu yang bagus. Setara dengan SMA Taruna Magelang," katanya.
Namun begitu, untuk menempuh pendidikan S1 dan S2 -baik di dalam negeri maupun luar negeri- Sandy sudah mendapat jaminan beasiswa dari Dikdasmen. Bahkan, Dikdasmen memberi uang pembinaan sebasar Rp 20 juta kepada Sandy.
[sumber : http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=38739]
Katanya Viva La Vida - Coldplay, nyontek Joe Satriani - If I Could Fly.
Katanya Joe Satriani - If I Could Fly, nyontek Enanitos Verdes - Frances Limon.
anything else?
Klip Viva La Vida –> Chris Martin nyontek gayanya Giring 
Biasanya, LatFS terus berkesan sampai kapanpun. Itulah yand terjadi pada D.U.D.I dan jQuery.
Cantik (nice looking), Kaya (rich of Features), Tenar (easy using), dan
se-Visi, membuat D.U.D.I semakin sayang bekerjasama dengan jQuery.
Emang dasarnya D.U.D.I gak begitu mahir dengan javascript dan AJAX, kehadiran jQuery mampu mengisi lubang kelemahan D.U.D.I selama ini. Tentu saja, denganmu membuatku semakin mudah menjalani kehidupan ber-eksperimen di dunia maya
. udah nyoba pindah ke lainnya: Mootools, Prototype, ExtJS, tapi gmn yah, sudah terlanjut LatFS dengan jQuery
.
hehe, jQuery, it’s all that i need.
*postingan lebay
Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main