D . U . D . I

11 May 2006

#Pelajaran ke-1

Filed under: Pelajaran

Kamis, 11 Mei 2006 - Masjid Nurul Yaqin

Membahas tentang SALAM (As-Salam)

Bismillahirrohmanirrohiim

SALAM dalam bahasa arab berarti selamat/keselamatan.

Dalam pergaulan Islam, kata SALAM digunakan sebagai ucapan  / sapaan  dari satu muslim ke muslim yang lain , yaitu yang kita kenal dengan ucapan ASSALAMUALAIKUM.

Sebelum membahas lebih lanjut, perlu diketahui juga bahwa ada kata lain yg maknanya juga sama dengan SALAM, yaitu TAHIYYAT (At-Tahiyyat).

Bedanya disini, SALAM digunakan sebagai sapaan antara makhluk dengan makhluk. Sedangkan TAHIYYAT digunakan sebagai sapaan dari makhluk kepada Sang Khalik. Hal ini dapat kita temui dalam riwayat Isra’ Mi’raj Rasulullah Sallallahu ‘alaihi Wasallam, dimana ketika Beliau bertemu langsung dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala di Sidratul Muntaha, Beliau mengucapkan salam salam Rasulullah kepada Allah ( Segala ucapan selamat yang berganda-ganda dan doa yang baik-baik semuanya untuk Allah).

Allah pun membalas salam Nabi dengan salam Salam dari Allah untuk Rasulullah (Selamat sejahtera atasmu Nabi dan Rahmat Allah dan Keberkatan-Nya).

Rasulullah Sallallahu ‘alaihi Wasallam, sebagai seorang pemimpin yang amat sangat peduli kepada ummatnya, segera membalas salam dari Allah dengan salam Salam dan doa Rasulullah (Selamat sejahtera atas ku dan juga hamba-hamba Allah yang soleh).

Itulah tadi sebagai perbandingan beda penggunaan TAHIYYAT dan SALAM.

Rasulullah Sallallahu ‘alaihi Wasallam, menganjurkan ummatnya untuk senantiasa menebarkan SALAM dalam kehidupan sehari hari. Itu dimaksudkan sebagai penunjuk identitas kita sebagai seorang muslim. Rasulullah bersabda "Salam qoblal Qalam" (ucapkanlah salam sebelum bicara / khotbah).

Selain itu, jika diucapkan secara lengkap, SALAM berisi setidaknya 3 doa sekaligus:

  1. ASSALAMUALAIKUM (semoga keselamatan senantiasa menyertaimu);
  2. WAROHMATULLAH (dan mendapatkan limpahan Rahmat dari ALLAH);
  3. WABAROKATUH (dan juga Keberkatan dari-NYA);

Subhanallah, betapa beruntungnya kita jika senantiasa menebarkan salam.

Demikian juga halnya dengan menjawab SALAM. Hukum menjawab salam adalah Fardhu Kifayah.

Rasulullah Sallallahu ‘alaihi Wasallam memerintahkan kita, dalam menjawab salam hendaknya minimal sama atau lebih.

Dengan menjawab salam dari orang lain, berarti kita juga menghormati mereka. Coba bayangin gimana rasanya jika salam kita tidak dijawab oleh orang lain.. pasti BT kan .. hehehe…. 

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://dudi.blogsome.com/2006/05/11/pelajaran-ke-1/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main