Juventus Terancam Degradasi
Jumat, 12 Mei 2006,
Juventus Terancam Degradasi
ROMA - Juventus terus dililit masalah. Setelah director general Juventus Luciano Moggi diduga terlibat skandal pengaturan penugasan wasit pada Seri A musim 2004/2005, kemarin giliran chief executive officer Antonio Giraudo yang jadi tertuduh.
Giraudo dituduh memalsukan laporan keuangan terkait transfer sejumlah pemain. Atas tuduhan tersebut, Giraudo dan Juventus, bersama dengan delapan klub Italia lain, tengah diperiksa pihak berwajib. Kedelapan klub itu adalah Fiorentina, Lazio, Udinese, Siena, Messina, Arezzo, Crotone, dan Avellino.
Jika terbukti bersalah, tiga dari total sembilan klub itu yang memiliki kesalahan terberat akan didegradasi paksa. Nah, Juventus termasuk kandidat terkuat masuk ke kelompok tiga klub yang akan didegradasi paksa itu. Dan jika benar terjadi, itu akan jadi degradasi pertama Juventus dari Seri A. Selama ini, hanya Juventus dan Inter Milan yang tak pernah terlempar dari Seri A.
Pemalsuan laporan keuangan yang dilakukan Giraudo di antaranya terjadi saat klub peraih 28 scudetto itu menjual Matteo Brighi ke AS Roma pada 2002. Dari total 20 juta euro yang diterima Juventus dari Roma, separo dikantongi Giraudo dengan cara memalsukan angka di kuitansi.
Hal serupa juga dilakukan Giraudo saat Juventus membeli Marco Di Vaio dari AC Parma pada tahun yang sama dengan penjualan Brighi. Nilai nominal yang dikantongi Giraudo mencapai 8,8 juta euro.
Sebelumnya, penyelewengan transfer juga dilakukan oleh GEA. Agensi ini dikenal dekat dengan Juventus karena dimiliki oleh Alessandro Moggi, anak Luciano Moggi. GEA dilaporkan telah memaksa beberapa klub, pemain, atau pelatih untuk menerapkan satu kebijakan kontrak. GEA selama ini kerap dipercaya Juventus mengurusi jual-beli pemain.
Salah satu kasus yang melibatkan GEA adalah ketika Siena memecat Gigi Simoni dan menggantikannya dengan Luigi Di Canio. Di Canio adalah pelatih yang diageni GEA. Nah, kabarnya, agar Di Canio bisa mendapatkan pekerjaan di Siena, GEA memprovokasi klub itu untuk memecat Simoni.
Kompleksnya kasus Juventus dan delapan klub lainnya tadi memaksa pengadilan sipil untuk terlibat. Pekan depan, mereka direncanakan untuk mulai membantu penyelidikan yang telah mulai digelar FIGC (Federasi Sepak Bola Italia). (ang)
[jawapos.com]
salam INTERISTI!!!

