Juni, Minyak Tanah Rp 7.000 Per Liter
Wakil Presiden Jusuf Kalla mendesak agar Pertamina mempercepat pengadaan dan pembagian kompor serta tabung gas dalam program konversi minyak tanah ke gas elpiji. Percepatan itu harus dilakukan sebelum penarikan seluruh minyak tanah bersubsidi dari area DKI Jakarta awal Mei mendatang.
"Namanya saja konversi. Kalau semua sudah mendapatkan gas, otomatis minyak tanah tidak dibutuhkan lagi di rumah tangga," kata Kalla usai membuka Kongres Perhimpunan Dokter Gigi (PDGI) Indonesia di Istana Wakil Presiden kemarin (17/3).
Berdasar laporan Pertamina, di antara 1,5 juta kepala keluarga miskin di Jakarta, sudah 1,2 juta kepala keluarga miskin yang mendapatkan tabung dan kompor elpiji. Dengan demikian, awal Mei mendatang, minyak tanah bisa ditarik tanpa kericuhan seperti ketika pertama diluncurkan. "Semua sudah dibagikan, sisa sedikitlah yang belum," ujarnya.
Pertamina menargetkan, distribusi paket untuk 300 ribu yang belum menerima kompor gas diperkirakan selesai pada akhir April 2008. Pertamina telah menarik sekitar 2.500 kiloliter minyak tanah per hari dari rata-rata pemakaian 3.000 kiloliter.
Kalla mengaku, program tersebut baru bisa terlaksana bila pengadaan tabung dan kompor gas lancar. Karena itu, tahun ini, Pertamina berencana mengimpor 6,5 juta tabung dari Thailand dan Tiongkok. Sementara untuk kebutuhan elpiji, Pertamina akan mengimpor 400 juta metriks ton. "Saya minta dipercepat," tegasnya.
Karena sudah merasakan manfaat gas elpiji dibandingkan minyak tanah selama masa sosialisasi enam bulan ini, Kalla mengklaim penarikan minyak tanah dari peredaran tidak akan ditolak warga DKI Jakarta. "Siapa yang protes? Tidak ada! Sebab, yang dulu dagang minyak tanah, sekarang dagang elpiji. Apa lagi yang diprotes?" ungkapnya.
Dia membantah pemilik warung makanan memprotes penarikan minyak tanah karena tidak terdapat kompor elpiji yang sesuai dengan kebutuhan dapurnya. "Warteg juga sudah kami kasih gas. Dan ternyata lebih efisien, lebih praktis. Lihatlah survei, mereka lebih senang. Hanya satu-dua orang yang bicara seenaknya itu," tegas Kalla sambil berlalu.
Pada 1 Mei mendatang, Pertamina akan menarik minyak tanah yang disubsidi di DKI Jakarta karena berakhirnya program sosialisasi konversi minyak tanah ke elpiji. Setelah bebas minyak tanah di Depok dan DKI Jakarta pada akhir April 2008, giliran selanjutnya adalah Bogor, Tangerang, Bekasi, serta Karawang pada Juni 2008. Menyusul kemudian daerah-daerah lain.
Pertamina masih tetap mengedarkan minyak tanah nonsubsidi seharga Rp 8.900-Rp 9.000 per liter. Sementara di 20 SPBU, Pertamina juga masih akan mendistribusikan minyak tanah nonsubsidi dalam kemasan lima liter seharga Rp 7 ribu per liter
http://www.jawapos.com - 18Maret2008


wah bener ancur ni negara….ni baru dari sisi ekonomi..lom bidang yang lainnya.konspirasi asing dan buruknya sistem serta buruknya para pelaksananya turut andil dalam menghancurkan negara ..slowly but sure
contohnya dalam bidang kesehatan konspirasi asing dan pembodohan dah jelas2 keliatan eee dibiarin aja..bahkan virus H5N1 pun bisa bikin negara2 geger…untung ja indonesia punya menkes setangguh srikandi …sayangnya media kita dah di beli negara asing jadi anak bangsa ga tahu ttg britanya, buku karangan bu menkes “saatnya dunia berubah” - pun sempet dicekal padahal dah jadi best seller tapi di negara orang….u must try to read it.
Comment by tao ming tse — 28 March 2008 @ 3:22 pm
Ya, Buku tersebut jadi obrolan internasional.
Saya belum baca , tapi insya Allah sudah tau sinopsisnya dari berbagai forum.
Mudah2an semakin banyak pejabat kita yang “PEMBERANI” macam Bu ng Karno dan Ibu Siti Fadilah ini…
Comment by dudi — 28 March 2008 @ 5:13 pm