malam malam
kucoba kembali menuliskan URL friendster di browser. mencoba kembali sejenak ke dunia yang pernah kusinggahi.
terbersit sedikit (sangat sedikit) rasa sesal, mengapa dulu aku binasakan rumah FS ku.
kucoba kunjungi lagi rumah teman-temanku. teman pertama, teman kedua, dan beberapa teman ketiga.
ada yang langsung membuka pintu, ada yang malu-malu untuk membuka, ada juga yang sama sekali tidak mau (suka) dikunjungi.
berbagai macam gaya mereka peragakan, ada gaya penyanyi, gaya polisi, gaya dokter, gaya ibu rumah tangga, gaya mahasiswa, sampai gaya culun (cupu plenyun).
ahh..
tapi, ada satu rumah yang tidak kunjung kutemukan, ternyata dia sudah pindah rumah (atau dibongkar ?).

