D . U . D . I

23 February 2009

Oppie Andaresta : Single Happy

Filed under: Song of the day

Mereka bilang aku pemilih dan kesepian
Terlalu keras menjalani hidup
Beribu nasehat dan petuah yang diberikan
Berharap hidupku bahagia

Aku baik-baik saja
Menikmati hidup yang aku punya
Hidupku sangat sempurna
I’m single and very happy

Mengejar mimpi-mimpi indah
Bebas lakukan yang aku suka
Berteman dengan siapa saja
I’m single and very happy

Mereka bilang sudah saatnya karena usia
Untuk mencari sang kekasih hati
Tapi ku yakin akan datang pasangan jiwaku
Pada waktu dan cara yang indah

I’m single and very happy

Waktu terus berjalan
Tak bisa ku hentikan
Ku inginkan yang terbaik untukku

 

*bukan curahan hati, karena yakin 100% kalo double pasti lebih happy emoticon

16 February 2009

Peluang Bisnis!

Filed under: no comment

14 February 2009

Sempat Grogi, Banjir Tawaran Beasiswa

Filed under: no comment

Berita ini udah agak lama, tapi gak apa-apa deh, mungkin belum banyak yang tau emoticon  

 

Krisma, Anak Penjual Es Peraih Medali Perak Lomba Astronomi di Italia


Seorang pelajar SMP Negeri I Bondowoso mengharumkan nama bangsa Indonesia. Adalah Krisma Sandy Komarruzaman, 14, siswa kelas 8, yang berhasil membawa pulang medali perak dalam lomba International Astronomy Olympiad (IAO) yang diselenggarakan di Trieste Italia 13-21 Oktober lalu.

Eko Saputro, Bondowoso

——————————————————-

Rumah di Jl Diponegoro Gg Daun Emas Bondowoso itu terlihat sangat sederhana. Temboknya masih berupa batu-bata yang belum dikuliti. Meski demikian, di ruang tamu rumah yang sederhana itu banyak bergelantungan piagam penghargaan. Ya, di rumah itulah Sandy, arek Bondowoso yang mempunyai pretasi cemerlang tinggal.

Saat wartawan koran ini mendatangi rumahnya, Sandy ditemani ibunya, Nur Fadilah, 35, yang sehari-hari buka warung es degan dan rokok di pinggir Jalan Diponegoro. Sedangkan Sukartoyo, 35, bapaknya karyawan SPBU Tapen.

Menurut Nur Fadilah, bakat Sandy mulai terlihat sejak duduk di bangku TK Aisyiyah Bondowoso. "Saat itu, Sandy sudah mulai bisa berhitung. Saat ditanya soal perkalian sederhana, dia bisa menjawab tepat. Misalkan tiga kali tiga, maka Sandy menjawab sembilan. Tentu saja, kita semua tertawa melihat perilaku Sandy," katanya.

Lalu saat menginjak kelas IV di bangku SD Dabasah I, pihak sekolah melihat bakat Sandy pada bidang matematika. Sandy akhirnya dikirim ke berbagai lomba olimpiade matematika mewakili sekolahnya. Dan, ia pun pulang membawa trofi dan piagam penghargaan. "Piagam penghargaan itu difigura. Dan saya letakkan di dinding rumah," ujarnya.

Berbagai penghargaan itu antara lain Olimpiade MIPA tingkat SD se-Jatim tahun 2006 meraih emas, Olimpiade Sains Tingkat Jatim meraih perak, Olimpiade Matematika Tingkat Jatim yang diselenggarakan Unej Jember meraih emas, serta masih banyak lagi penghargaan lainnya.

Tak heran, ketika akan melanjutkan ke bangku SMP, ada tawaran dari sekolah favorit di Jember agar Sandy melanjutkan ke sekolah tersebut. "Tetapi kami menolak. Karena Sandy masih kecil dan akan jauh dari orang tua kalau sekolah ke Jember. Akhirnya, Sandy sekolah di SMP Negeri I Bondowoso," katanya.

Di SMP Negeri I Bondowoso, prestasi Sandy semakin moncer saja. Saat duduk di bangku kelas 8, Sandy dikirim mengikuti lomba IAO (International Astronomy Olympiad) di Italia. Kepada Erje, Sandy menuturkan lomba IAO itu diikuti ratusan peserta yang berasal dari 49 negara. Saingan terberat dari Korsel dan Rusia. "Indonesia juga mengirimkan beberapa wakilnya, salah satunya adalah saya," ujarnya.

Sandy menjelaskan, saat mengikuti dalam lomba itu, ia merasa grogi. Karena melihat penampilan peserta lainnya yang meyakinkan. Pakai kaca mata, muka serius, badan bongsor. "Tetapi saya punya motto. Tidak usah takut pada lawan. Karena lawan juga takut pada kita. Akhirnya grogi itu hilang dengan sendirinya," katanya.

Dalam lomba itu, Sandy menjelaskan dirinya harus mengerjakan soal-soal teori yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Juga, soal praktik dan observasi. Dalam pengerjaan soal itu, salah satu di antaranya ia harus menghitung tingkat kecerlangan (magnitudo) berbagai bintang yang ada di alam semesta. Termasuk matahari. Dia memakai patokan bintang Vega yang punya magnitudo 0 dalam membandingkan dengan bintang-bintang lainnya. "Kalau matahari kita punya magnitudo minus 27," katanya.

Sandy yang berdasar hasil tim psikotes di Jakarta mempunyai IQ 158 itu menuturkan, sebelum terjun ke Itali dia harus menjalani pembinaan soal-soal Astronomi selama berbulan-bulan di Bandung. "Kami dibimbing oleh dosen dari ITB," katanya.

Sandy yang menurut penuturan ibunya jarang belajar itu, ternyata mampu menyerap dengan baik arah dan bimbingan dosen pembimbingnya. Dia unggul dalam bidang fisika, matematika, dan astrofisika. Tak heran, dia berhasil membawa pulang medali perak dari Italia. Kini, atas prestasi cemerlangnya itu, ia mendapat tawaran beasiswa dari sebuah sekolah unggulan yaitu SMA Semesta Semarang. "Ya, tentunya, saya masih berpikir untuk melanjutkan sekolah ke SMA Semesta Semarang. Sekolah itu punya mutu yang bagus. Setara dengan SMA Taruna Magelang," katanya.

Namun begitu, untuk menempuh pendidikan S1 dan S2 -baik di dalam negeri maupun luar negeri- Sandy sudah mendapat jaminan beasiswa dari Dikdasmen. Bahkan, Dikdasmen memberi uang pembinaan sebasar Rp 20 juta kepada Sandy.

[sumber : http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=38739]

9 February 2009

Copycat?

Filed under: no comment

Katanya Viva La Vida - Coldplay, nyontek Joe Satriani - If I Could Fly.

Katanya Joe Satriani - If I Could Fly, nyontek Enanitos Verdes - Frances Limon.

anything else?

 

Klip Viva La Vida –> Chris Martin nyontek gayanya Giring  emoticon

 

7 February 2009

Love at the First Sight!

Filed under: part of /me

Biasanya, LatFS terus berkesan sampai kapanpun. Itulah yand terjadi pada D.U.D.I dan jQuery.

Cantik (nice looking), Kaya (rich of Features), Tenar (easy using), dan  se-Visi, membuat D.U.D.I semakin sayang bekerjasama dengan jQuery.

Emang dasarnya D.U.D.I gak begitu mahir dengan javascript dan AJAX, kehadiran jQuery mampu mengisi lubang kelemahan D.U.D.I selama ini. Tentu saja, denganmu membuatku semakin mudah menjalani kehidupan ber-eksperimen di dunia maya emoticon. udah nyoba pindah ke lainnya: Mootools, Prototype, ExtJS, tapi gmn yah, sudah terlanjut LatFS  dengan jQuery emoticon.

hehe, jQuery, it’s all that i need.

 

*postingan lebay

4 February 2009

Rp. 1000 & Rp. 100.000, apa bedanya?

Filed under: Pelajaran

Konon katanya, Rp.1000 dan Rp. 100.000 memiliki asal-usul yang sama tapi mengalami nasib yang berbeda. Keduanya sama-sama dicetak di PERURI dengan bahan dan alat-alat yang oke. Pertama kali keluar dari PERURI, uang Rp. 1000 dan Rp. 100.000 sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik.. Namun tiga bulan setelah keluar dari PERURI, uang Rp. 1000 dan Rp. 100.000 bertemu kembali di dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda.

Uang Rp. 100.000 berkata pada uang Rp. 1000 :"Ya, ampiiiuunnnn. ……….. darimana saja kamu, kawan? Baru tiga bulan kita berpisah, koq kamu udah lusuh banget? Kumal, kotor, lecet dan…… bau! Padahal waktu kita sama-sama keluar dari PERURI, kita sama-sama keren kan ….. Ada apa denganmu?"

Uang Rp. 1000 menatap uang Rp. 100.000 yang masih keren dengan perasaan nelangsa.

Sambil mengenang perjalanannya, uang Rp. 1000 berkata : "Ya, beginilah nasibku , kawan. Sejak kita keluar dari PERURI, hanya tiga hari saya berada di dompet yang bersih dan bagus. Hari berikutnya saya sudah pindah ke dompet tukang sayur yang kumal. Dari dompet tukang sayur, saya beralih ke kantong plastik tukang ayam. Plastiknya basah, penuh dengan darah dan taik ayam. Besoknya lagi, aku dilempar ke plastik seorang pengamen, dari pengamen sebentar aku nyaman di laci tukang warteg. Dari laci tukang warteg saya berpindah ke kantong tukang nasi uduk, dari sana saya hijrah ke ‘baluang’ (pren : tau kan baluang…?) Inang-inang. Begitulah perjalananku dari hari ke hari. Itu makanya saya bau, kumal, lusuh, karena sering dilipat-lipat, digulung-gulung, diremas-remas. ……."

Uang Rp. 100.000 mendengarkan dengan prihatin.: "Wah, sedih sekali perjalananmu, kawan! Berbeda sekali dengan pengalamanku. Kalau aku ya, sejak kita keluar dari PERURI itu, aku disimpan di dompet kulit yang bagus dan harum. Setelah itu aku pindah ke dompet seorang wanita cantik. Hmmm… dompetnya harum sekali. Setelah dari sana , aku lalu berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di hotel berbintang 5, masuk ke restoran mewah, ke showroom mobil mewah, di tempat arisan Ibu-ibu pejabat, dan di tas selebritis. Pokoknya aku selalu berada di tempat yang bagus. Jarang deh aku di tempat yang kamu ceritakan itu. Dan…… aku jarang lho ketemu sama teman-temanmu. "

Uang Rp. 1000 terdiam sejenak. Dia menarik nafas lega, katanya : "Ya. Nasib kita memang berbeda. Kamu selalu berada di tempat yang nyaman. Tapi ada satu hal yang selalu membuat saya senang dan bangga daripada kamu!"

"Apa itu?" uang Rp. 100.000 penasaran.

"Aku sering bertemu teman-temanku di kotak-kotak amal di mesjid atau di tempat-tempat ibadah lain. Hampir setiap minggu aku mampir di tempat-tempat itu. Jarang banget tuh aku melihat kamu disana….."

 

[ hehe, berarti klo begitu Rp. 1000 lebih ‘alim daripada Rp. 100.000 ]

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main